PMI Pusat Tak Temukan Pelanggaran Alih Distribusi Darah di PMI Banda Aceh

Foto: en.m.wikipedia.org

ACEHTIME.com | JAKARTA – Ketua Palang Merah Indonesia,  Jusuf Kalla berharap Pemerintah Aceh kembali mengaktifkan donor darah ASN di Unit Donor Darah  PMI Kota Banda Aceh.

Hal itu disampaikan JK melalui surat yang ditujukan kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah Jumat, 27 Mei 2022, perihal Audit UDD PMI Kota Banda Aceh.

Dalam surat itu, Jusuf Kalla menyampaikan beberapa hal terkait indikasi jual-beli darah oleh UDD PMI Kota Banda Aceh ke UDD PMI Kabupaten Tangerang. Sebelumnya Gubernur Aceh telah mengirimkan surat ke PMI Pusat agar dilakukan audit terhadap PMI Kota Banda Aceh.

“Kami telah menugaskan staf untuk melakukan audit terhadap pelayanan di UDD PMI Kota Banda Aceh dan UDD PMI Kabupaten Tangerang, yang dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan penyimpangan alih distribusi darah antara UDD PMI Kota Banda Aceh dan UDD PMI Kabupaten Tangerang sebagaimana pemberitaan media,” tulis Jusuf Kalla.

Mantan Wapres RI itu  menjelaskan, ada masa kelayakan darah untuk dapat digunakan oleh pasien, setelah masa itu lewat atau kadaluarsa, maka darah tidak dapat digunakan lagi. Karenanya PMI menerapkan kebijakan apabila ada kelebihan stok darah di suatu UDD PMI dapat dikirim ke UDD PMI lain yang membutuhkan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas masukan Bapak Gubernur, untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan UDD dan kegiatan PMI secara keseluruhan. Kami berharap Pemerintah Aceh dapat mengaktifkan kembali kegiatan donor darah di UDD PMI Kota Banda Aceh,” kata Jusuf Kalla.

Terpisah, Pengurus Bidang Diklat dan Infokom PMI Kota Banda Aceh Khairul Halim, berterima kasih kepada PMI Pusat yang telah mengaudit pelayanan di UDD PMI Kota Banda Aceh. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Aceh yang cepat merespon isu indikasi jual darah itu, sehingga PMI Pusat bergerak cepat melakukan audit sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas lembaga.

“Hasil audit dari PMI Pusat sangat berarti bagi kami, karena menunjukkan PMI Kota Banda Aceh tidak melakukan kesalahan dan telah melakukan alih distribusi darah dengan taat prosedur,” ujar Halim di Banda Aceh pada Senin, 30 Mei 2022.

Saat ini, lanjut Halim, pengurus PMI Kota Banda Aceh sedang menunggu hasil audit dari pihak kepolisian. Ia berharap hasil yang baik segera keluar  agar integritas serta nama PMI Kota Banda Aceh kembali pulih di mata masyarakat.

Halim menghimbau kepada masyarakat untuk tetap rutin berdonor darah di PMI Kota Banda Aceh agar bisa membantu pasien di rumah sakit yang sedang membutuhkan darah. Selain itu, ia berharap agar pihak yang tidak paham tentang distribusi darah berhenti menyebarkan informasi yang tidak benar terhadap PMI Kota Banda Aceh.[]

Writer: Siaran PersEditor: Alimangeu