Penegasan Kuasa Hukum: Penembak Warga Indrapuri bukan Karyawan Toke AW

Hermanto, SH

ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Pernyataan Kabid Humas Polda Aceh yang menyebutkan eksekutor (penembak warga Indrapuri) adalah karyawan Toke AW alias AB dibantah oleh kuasa hukum AW alias AB.

“Eksekutornya bukan karyawan klien kami (Toke AW alias AB). Informasi yang disampaikan pihak kepolisian tidak benar sama sekali,” tulis tim kuasa hukum Toke AW alias AB, yaitu Fadjri, SH, Hermanto, SH, Murtadha, SH, dan Astrid Miranti, SH.

Tim kuasa hukum Toke AW alias AB mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menemukan dan menangkap pelaku penembakan (eksekutor) beberapa hari yang lalu, namun tidak benar jika disebutkan eksekutor adalah karyawan dari Toke AW alias AB.

“Berdasarkan keterangan dari keluarga Klien kami menyebutkan bahwa  tersangka FR alias SC bukan karyawan Toke AW melainkan karyawan dari TM yang juga tersangka dalam perkara tersebut,” tulis pernyataan tim kuasa hukum Toke AW.

Begitu juga pernyataan yang menyebutkan motif pelaku karena dendam terhadap korban yang kerap mengganggu usaha Toke AW, harus ada identifikasi yang terang dan jelas, apa yang menyebabkan korban melakukan gangguan usaha dan bagaimana bentuk gangguannya.

“Kepada siapa sebenarnya yang dimaksudkan?  Klien kami juga tidak pernah mengakui memiliki dan atau menyerahkan senjata yang digunakan oleh pelaku FR atau SC,” tulis kuasa hukum.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan kita mendukung kepolisian mengungkap perkara ini dengan tuntas namun tidak membangun opini yang menyesatkan,” tandas pernyataan itu.

Kuasa hukum juga menyanyangkan publikasi yang dilakukan oleh Humas Polda Aceh yang dinilai telah melebihi apa yang seharusnya diungkapkan ke publik karena seharusnya tidak masuk ke substansi perkara sebelum adanya putusan pengadilan, sehingga apa yang disampaikan belum tentu benar dan keterangan itu diperoleh bukan dari klien kuasa hukum.

“Bagaimana jika semua yg disampaikan ternyata tidak benar? Bagaimana terhadap klien kami yang telah dicemarkan nama baiknya? Maka Humas Polda Aceh harus mengedepankan azas praduga tak bersalah sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya,” ujar Hermanto, salah seorang kuasa hukum Toke AW. []