Popda XVI Resmi Digelar, Bupati Aceh Barat: Semoga Jadi Kado Terindah

Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS mendampingi Gubernur Aceh, H. Nova Iriansyah dan Kadispora Aceh, Dedy Yuswardi ketika menyalami para atlet pada rangkaian acara pembukaan Popda XVI di GOS Meulaboh, Senin, 20 Juni 2022. (Foto Abdul Hadi/Acehtime.com)

ACEHTIME.com | MEULABOH – Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS mengatakan, pihaknya telah bekerja maksimal untuk suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar (Popda) XVI di Meulaboh.

“Semoga ini menjadi kado terindah untuk kami kenang selamanya,” ujar Bupati Ramli dalam sambutannya ketika pembukaan Popda XVI di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh, Senin, 20 Juni 2022.

Bupati Ramli melaporkan, sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet pihaknya sudah mempersiapkan pertapakan tanah seluas 50 hektare untuk perkampungan atlet dan diharapkan siapapun nanti yang akan memimpin Aceh Barat program ini harus menjadi prioritas.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Dedy Yuswardi dalam laporannya menyebutkan, Popda keXVI yang diselenggarakan di Aceh Barat berlangsung mulai 20 hingga 26 Juni 2022.

“Ada 13 cabang olahraga yang dipertandingkan di Popda ini,” kata Dedy Yuswardi.

Dedy menyebutkan, para atlet tersebut merupakan atlet pilihan terbaik yang ada di masing-masing daerah.

“Pertandingan Popda akan berlangsung seru, penuh dengan aura persaingan yang sehat dan menjunjung tinggi kaedah fairplay,” ucapnya.

Jangan sia-siakan

Gubernur Aceh, H. Nova Iriansyah dalam arahannya ketika membuka Popda XVI mengtatakan, Popda menjadi salah satu ajang yang tepat untuk menemukan bibit unggul olahraga yang kelak menjadi tumpuan Aceh dalam setiap event olahraga di masa mendatang, mulai nasional hingga regional dan internasional sekalipun.

Menurutnya, pencarian atlet muda untuk dididik menjadi juara harus dilakukan dari Sabang sampai Aceh Tamiang, karena Aceh memilih banyak talenta olahraga yang tersebar di kampung-kampung, pulau-pulau, sekolah hingga pesantren.

“Jangan biarkan bakat mereka terpendam, terabaikan, dan tersia-siakan. Mari kita temukan mereka, kita bina, kita dukung dan fasilitasi, sehingga mereka bisa menjadi anak-anak bangsa yang mengharumkan nama keluarga, daerah, dan pada gilirannya membanggakan bangsa Indonesia,” kata Nova.

Kepada lembaga pemerintahan yang mengurusi atlet, Nova berpesan agar lebih giat melakukan pembinaan. Hal itu penting, mengingat atlet berprestasi tidak datang serta-merta. Bakat alam tidak cukup sebagai modal menjadi juara.

Bakat tersebut harus diasah sejak usia dini melalui pembinaan di keluarga, sekolah, klub-klub olahraga, dan oleh berbagai organisasi olahraga di daerah.

“Sang juara juga akan tercipta melalui proses latihan yang intens lewat andil dan polesan tangan dingin sang pelatih, termasuk para pembina yang ikhlas bekerja,” tandas Nova.

Ia menambahkan, pembangunan prestasi olahraga membutuhkan pembinaan yang terintegrasi, terprogram dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, Popda menjadi bagian terpenting dari pembangunan olahraga sejak belia, serta media untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan pembinaan prestasi olahraga pelajar yang telah dilakukan.

Popda, kata Nova, merupakan titik kulminasi pembinaan prestasi olahraga pelajar yang telah dilaksanakan di setiap kabupaten dan kota, serta merupakan salah satu mata rantai untuk mengevaluasi pembinaan olahraga pelajar tingkat provinsi.

Selain itu, Popda juga bagian dari sistem kompetisi olahraga pelajar secara nasional yang berjenjang dan berkelanjutan, serta babak kualifikasi dalam konteks talent scouting beberapa cabang olahraga, untuk dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Pelajar Wilayah pada akhir 2022, dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional XVI tahun 2023.

Selain itu, Nova mengatakan, pada tahun 2024 nanti, Aceh akan menjadi tuan rumah PON bersama Sumatera Utara. Karena itu, Popda dapat dijadikan semacam “gladi resik” menjelang PON 2024.

“Sukses penyelenggaraan Popda tidak hanya bergantung kepada panitia saja, tetapi haruslah didukung oleh seluruh stakeholder dan insan olahraga Aceh,” kata Nova.

Pembukaan Popda XVI ditandai dengan tabuhan rapa-i oleh Gubernur didampingi Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS dan Kadispora Aceh, Dedy Yuswardi. Juga dimeriahkan defile atlet dari 23 kabupaten/kota dan penyerahan piala bergilir Popda dari Kabupaten Aceh Besar oleh Sekda Sulaimi selaku juara umum Popda XV kepada Gubernur Aceh untuk diperebutkan kembali.[]