Pj Gubernur Aceh Terus Perjuangkan Harga Pangan Stabil

Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki saat mengikuti Rakortas berdialog dengan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 1 September 2022. (Istimewa)

ACEHTIME.COM | JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Kamis, 1 September 2022.

Rakortas yang digelar di Ruang Rapat Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana Lantai III, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, dengan agenda pengendalian inflasi daerah.

Turut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakortas tersebut mengharapkan kepada pimpinan daerah yang inflasinya di atas nasional dengan beberapa rekomendasi yang disampaikan.

“Pertama, perluasan kerja sama antar daerah, terutama daerah surplus atau defisit untuk menjaga kesediaan suplai komoditas. Kedua, pelaksanaan operasi pasar dalam memastikan keterjangkauan harga dan melibatkan berbagai stakeholder,” ujar Airlangga.

Kemudian, ia meminta persiapan belanja tidak terduga dalam APBD setiap daerah. Sehingga bisa mengendalikan inflasi sesuai dengan edaran yang telah dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri.

Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengatakan akan mengupayakan pengendalian inflasi di Aceh, terutama terkait ketahanan pangan. Di antaranya dengan mensubsidi ongkos angkut sebagai dukungan untuk melancarkan distribusi pangan, mengupayakan penanaman cepat dan serentak berbagai komoditi pertanian, dan pelaksanaan operasi pasar.

“Kita juga akan memerintahkan dinas-dinas terkait untuk melaksanakan operasi pasar, guna menstabilisasi harga pangan di Aceh,” ujarnya.

Di sela-sela kegiatan, Achmad Marzuki menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo guna berdialog.

Dalam dialog tersebut Pj Gubernur Aceh menyampaikan berbagai persoalan di Aceh, dan program-program yang diperlukan dalam percepatan pembangunan Aceh ke depan. (adv)