Regsosek 2022 Disosialisasikan, Ini Harapan Pj Gubernur Aceh

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki membuka Rapat Koordinasi Provinsi terkait pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu, 21 September 2022. (Foto Humas Aceh)

ACEHTIME.COM | BANDA ACEH – Pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 disosialisasikan ditandai dengan Rapat Koordinasi Provinsi yang dibuka Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu, 21 September 2022.

Rakor dilaksanakan dalam rangka mensosialisasikan pendataan awal Regsosek 2022 di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana diamanatkan Presiden RI.

Pembukaan Rapat Koordinasi pendataan awal Regsosek 2022 Provinsi Aceh dihadiri Kepala Bank Indonesia Wilayah Aceh, unsur Forkopimda Aceh, Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), dan seluruh stakeholder terkait. Kegiatan tersebut mengusung tema, ‘Mencatat untuk Membangun Negeri, Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat’.

Pembukaan yang dilakukan Pj Gubernur Aceh ditandai penabuhan rapa-I dilanjutkan penyerahan plakat serta penandatanganan nota kesepahaman terkait pelaksanaan Regsosek antara BPS dengan Pemerintah dan Forkopimda Aceh.

Dalam arahannya, Pj Gubernur Aceh mengharapkan agar semua pihak ikut membantu BPS dalam pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi tahun 2022 ini, menyatukan persepsi, langkah dan strategi, sehingga pelaksanaan Regsosek 2022 bisa berjalan baik dan memberikan hasil sesuai harapan.

“Tolong dicermati dengan baik. Tentunya rakor ini untuk menyamakan persepsi kita, menyamakan narasi apa yang diharapkan oleh BPS agar itu menjadi sama. Saya juga inginkan itu bisa satu data,” kata Ahcmad Marzuki.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Wilayah Aceh, Ahmadriswan Nasution mengatakan Regsosek adalah salah satu upaya pemerintah mewujudkan ‘Satu Data Kependudukan Indonesia’ yang terintegrasi, menuju Indonesia yang lebih baik.

Ahmadriswan mengatakan, data adalah salah satu faktor penting untuk pembangunan, di mana hal itu masih menjadi tantangan bagi Indonesia untuk terus membenahinya, khususnya dalam aspek akurasi dan pemutakhiran data guna mengefektifkan program perlindungan sosial dan ekonomi yang tepat sasaran.

“Tantangan yang dihadapi saat ini terkait target sasaran bantuan sosial kemiskinan yang mencakup seluruh penduduk untuk target pembangunan masih minim data,” katanya.

Oleh karena itu, pemerintah mengusung strategi ini, untuk memutakhirkan data guna mendukung program penanggulangan kemiskinan dan berbagai program lainnya di mana salah satunya dengan melakukan transformasi data menuju Regsosek.

“Pendataan Regsosek perlu segera dilaksanakan agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh program pelayanan masyarakat. Untuk itu kami adakan rakor ini dengan seluruh elemen masyarakat, agar info Regsosek ini bisa tersampaikan kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Ahmadriswan juga meminta semua kalangan untuk berkontribusi dan berkolaborasi menyukseskan pendataan ini dengan menyosialisasikan Regsosek kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga masyarakat dapat menerima petugas dengan baik serta data yang diberikan sesuai yang diharapkan.(adv)